Apel dan Pisau

quote_apel dan pisau

Apel dan Pisau terbit dalam Kumpulan Budak Setan (2010) dan 20 cerpen Indonesia terbaik 2009: Anugerah Sastra Pena Kencana (2009). Sebelumnya ia muncul di Koran Tempo, 25 Mei, 2008.


 

Apel dan Pisau
(cuplikan)

KAMU mau?

Selama sepuluh detik aku memandanginya, dengan masa lalu yang berkecamuk di kepalaku, dengan kekinian yang tak mau pergi.

Selama sepuluh detik apel itu disodorinya di depan hidungku.

Ada apa dengan mukamu? Ia bertanya dan terkikik. Kamu tak akan kuracuni.

Pada wajahnya terulang kisah ratu pendendam yang menjelma menjadi nenek tua dan menawari anak tirinya yang cantik apel beracun. Apel itu bulat bersinar-sinar, mengundang air liur. Membunuh. Ia lalu bertanya apa ia mirip nenek sihir. Aku melihat jarinya yang lentik lembap, tak ada keriput dan urat biru berjejal di sana.

Kukupas buatmu, katanya.

Ia memutuskan sendiri. Ia tak tahu aku tak pernah bisa melihat buah apel tanpa teringat pada Cik Juli. Apel-apelnya yang ranum. Pisaunya yang berkilat-kilat.

***