Blog

Mengolah sudut pandang dan berbicara sastra Indonesia bersama Intan Paramaditha

Rappler, 23 Oktober 2017 Valerie Dante JAKARTA, Indonesia — Nama Intan Paramaditha mulai dikenal sejak kumpulan cerpennya, Sihir Perempuan, masuk nominasi cerita pendek Khatulistiwa Literary Award pada 2005 silam. Sejak kecil Intan memang ingin menjadi penulis fiksi. Dengan dikelilingi karya-karya Agatha Christie dan Hans Christian Andersen, ia terinspirasi untuk menulis cerita dengan mesin ketik pemberian

Read More

When Wandering the Globe Is a Feminist Choose-Your-Own Adventure (VICE)

Syarafina Vidyadhana Oct 25 2017, 10:00pm We spoke with the rising author Intan Paramaditha about her life on the move and why “bad girls wander.” Intan Paramaditha has spent the last decade moving from place to place, but, for this rising Indonesian author, the concept seems to take on a more ethereal state of being.

Read More

Hasrat dan Kreasi bersama Intan Paramaditha (Whiteboard Journal)

Whiteboard Journal, 18 Oktober 2017. Febrina Anindita (F) berbincang dengan Intan Paramaditha (I). by Febrina Anindita   F: Bicara seksualitas, memang jelas dengan adanya batasan dari publik maupun pemerintah Indonesia terhadap hal berbau seksual, sebenarnya mengindikasikan bahwa kita terobsesi dengan seksualitas. Menurut Anda, sebesar apa peran seks sebagai perangkat ideologi dalam politik sosial? I: Jadi seksualitas

Read More

Ubud Writers and Readers Festival 2017

    Intan Paramaditha at Ubud Writers and Readers Festival  25-29 October 2017   Events:   BOOK LAUNCH: GENTAYANGAN: PILIH SENDIRI PETUALANGAN SEPATU MERAHMU The cursed red shoes will take you to New York the city of rats, the Tijuana border, or a mosque in Jakarta, in a taxi or train that will not stop,

Read More