Reviews & media coverage

Sihir Perempuan

Budiman, Manneke. “Mencari Ruang Simbolik dalam Laluba, Kuda Terbang Maria Pinto dan Sihir Perempuan.” dalam Lisabona Rahman, ed. Pola dan Silangan: Jender dalam Teks Indonesia. Jakarta: Yayasan Kalam, 2007, hal. 127-160

Bramantio. “Suara-suara Perempuan yang Terbungkam dalam Sihir Perempuan.” Tamsil zaman citra: bunga rampai pemenang sayembara kritik sastra Dewan Kesenian Jakarta 2007. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2007.

Budiman, Manneke. “Sihir yang Membebaskan: Demistifikasi Perempuan Patriarki dalam Sihir Perempuan.SUSASTRA, Jurnal Ilmu Sastra dan Budaya 1.2, Desember 2005, hal. 167-174.

Adian, Donny Gahral. “Teror Itu Bernama Perempuan.” Makalah untuk diskusi buku Reader’s Digest di Aksara Bookstore, 5 Agustus 2005.

Chusnato. “Perempuan yang Menyihir.” Kompas, 26 Juni 2005.

 


 

Kumpulan Budak Setan

 

“Best enjoyed at Midnight.” Whiteboard Journal (Oct 2011).

“Bangkitnya Abdullah Harahap dari Kubur.” Tempo, 20 September 2010.

“Pembacaan Ulang Pengarang Stensilan” (Jawa Pos, 28 April 2010).

“Membaca Ulang Horor Abdullah Harahap” (Gatra, 10 Maret 2010).

“Interupsi Horor Budak Abdullah Harahap” (Media Indonesia, 8 Maret 2010).

“Melacak Jejak Horor Abdullah Harahap” (Suara Merdeka, 5 Maret 2010).

“Budak Setan Menafsir Horor” (Koran Tempo, 23 Februari 2010).


 

Goyang Penasaran

unknown title

“The Obsessive Twist Coming Your Way,” Dina Indrasafitri, The Jakarta Post, 3 Maret, 2012

“Goyang Penasaran: Dari Cerpen ke Panggung Teater,” Is Mujiarso, detikHot.com, 17 April 2012.

“Thugs, Dancers and Ojek Drivers: ‘Goyang Penasaran is Theater with a Twist,” Catriona Richards, The Jakarta Globe, 18 April, 2012.

“Teater Garasi Goyang Penasaran di Salihara,” Dewi Ria Utari, Beritasatu.com, 19 April 2012.

“Pentas Teater Goyang Penasaran: Kritik Perempuan dalam Balutan Dangdut,” Irawati Diah Astuti, Suara Pembaruan, 19 April 2012.

“Goyang Penasaran Perluas Isu Seksualitas dan Gender,” Lusiana Indriasari, Kompas.com, 20 April 2012.

“Goyangan Salimah yang Misterius,” Iwan Kurniawan, Media Indonesia, 22 April, 2012.

“Salimah, Seksualitas dan Pendosa,” Aryo Wisanggeni & Putu Fajar Arcana, Kompas, 22 April 2012.

“Goyang Penasaran: Pembalasan Salimah.” Ema Arifah/ Arwani, VHRMedia.com, 23 April 2012.

“Goyang Penasaran,” Utami Diah Kusumawati, Jurnal Nasional, 29 April 2012.

“Goyang Penasaran: Dangdut Horor dari Periode Transisi,” Ibnu Rizal, Jakartabeat.net, 2 Mei 2012.

“Kutukan Goyang Salimah.” Kurniawan & Seno Joko Suyono. Majalah Tempo, 6 Mei 2012.

“The Fine Line,” HighEnd Magazine, June 2012.

“Staging Indonesian Modernity After Suharto.” Barbara Hatley. In Denise Varney, Peter Eckersall, Chris Hudson, and Barbara Hatley, eds, Theatre and Performance in the Asia-Pacific: Regional Modernities in the Global Era (Palgrave 2013), pp. 95-111.

 

Blog

“Understanding Obsession with Women’s Body Through Performing Arts.” Olin Monteiro, The Jakarta Globe blog, 25 April 2012.

“Goyang Penasaran: Tubuh Perempuan dan Dangdut,” Yani “Aya Suhastra, Kreanesia.com, 2012.

“Realisme Retak Goyang Penasaran.” Blog Komunitas Salihara, 20 April 2012.

“Event: Goyang Penasaran.” Fadilla D.P., 22 April 2012.

“Teater Goyang Penasaran Meretakkan Realisme Cerpennya.” Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia, 25 April 2012.

“Goyang Penasaran.” Annisa Andariani. 27 April 2012.


 “Klub Solidaritas Suami Hilang”

“Penghargaan Cerpen Terbaik Kompas,” Kompas, 26 Juni 2014.

“Pergeseran Orientasi Penulis Cerpen Kompas.” Imam Muhtarom. Kompas, Minggu, 26 Oktober 2014, hal. 11.

“Narasi Menolak Hegemoni.” S. Prasetyo Utomo, Kompas, 17 Januari, 2015.

“Lokalitas dan Metropolitas dalam Sastra kita.” Agus Noor. 26 Januari, 2015.


 

Lain-lain

“Cerita Hantu Genre Terhormat.” Majalah Detik, 7-13 April 2014.


Interviews/Wawancara

intan paramaditha bookworm slider