Pentas Goyang Penasaran di Salihara dan rangkaian diskusi (2012)

Goyang Penasaran


Jakarta, Teater Salihara, 19-20 April, 2012

 

 

Salimah, penyanyi dangdut yang bikin penasaran, hidup di kampung tempat goyang dangdut diterima, dihidupkan, sekaligus dihujat banyak orang. Tak peduli ia gadis atau janda, setiap lelaki bersumpah rela bertekuk lutut di bawah lekuk pinggulnya. Solihin, pemuda perlente yang kemudian menjadi lurah, tak menyerah sekalipun lamarannya ditolak. Sebelum mendapatkan perempuan yang jadi rebutan, sampai matipun akan ia perjuangkan. Tapi Salimah hanya menginginkan mata Haji Ahmad, guru mengajinya dulu. Mata yang terbuka lebar, seperti saat memandangi Salimah membaca surat An-Nur, seperti ketika menamai perempuan itu sumber dosa. Mata yang marah dan memaksanya turun dari panggung. Mata yang ingin ia dekap ke dadanya, sampai mati. Sampai mati.

 Goyangnya maut. Dan hingga kini, ia masih penasaran.

 

Goyang Penasaran adalah proyek kolaborasi kolektif seniman Teater Garasi berdasarkan naskah drama yang ditulis oleh Intan Paramaditha dan Naomi Srikandi serta disutradarai oleh Naomi Srikandi. Drama ini merupakan adaptasi dari cerita pendek karya Intan Paramaditha dengan judul serupa yang terbit dalam buku Kumpulan Budak Setan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010), sebuah kumpulan cerita hasil pembacaan ulang atas karya-karya horor Abdullah Harahap oleh Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad. Goyang Penasaran pertama kali dipentaskan di studio Teater Garasi, 14-16 Desember 2011, dengan dukungan program Empowering Women Artists (EWA) Yayasan Kelola, yang didanai oleh HIVOS, Ford Foundation, dan Biyan. Produksi kedua Goyang Penasaran, dipentaskan di Teater Salihara, 19-20 April 2012, terwujud atas dukungan Komunitas Salihara serta masyarakat luas melalui cara crowdfunding.

Pertunjukan ini merupakan komentar atas euforia dan krisis seputar penglihatan dan keterlihatan setelah runtuhnya rezim Suharto. Ia mengajukan pertanyaan tentang transaksi melihat/dilihat dalam hubungan pelik antara wacana seksualitas, politik, agama, dan kekerasan.

Tersedia buku naskah Goyang Penasaran dalam edisi terbatas yang hanya diedarkan selama pertunjukan di Salihara.

Pertunjukan ini khusus untuk penonton dewasa.

Informasi pertunjukan dan pemesanan tiket tersedia di website Salihara.

 


 

Rangkaian diskusi sebagai bagian dari program Goyang Penasaran:

1) Diskusi publik

“Goyang Penasaran: Dari Cerpen ke Panggung”

Jakarta, Teater Salihara, Jumat, 20 April 1012


Jam 21.30 – 22.30 WIB

Pembicara: Intan Paramaditha, Naomi Srikandi, dan tim kreator Goyang Penasaran
Terbuka untuk umum

Mengalihkan sebuah cerita pendek atau karya sastra lainnya menjadi sebuah karya pentas adalah sebuah alternatif bagi pengayaan naskah teater. Intan Paramaditha selaku penulis cerpen “Goyang Penasaran” dan Naomi Srikandi selaku sutradara akan berbagi pengalaman seputar kolaborasi mereka dalam menulis naskah lakon Goyang Penasaran serta menjawab tantangan pemanggungan dengan menimbang gagasan dan kebutuhan seniman-kolaborator lainnya.
 

2) Focus-group discussion (FGD)


“Gender dan Agama dalam Seni dan Media”

Jakarta, Newseum Café
21 April 2012, jam 14.00-17.00 WIB

FGD “Gender dan Agama dalam Seni dan Media” bertujuan untuk memetakan sejumlah praktik dalam seni dan media yang merespon isu mengerasnya identitas agama akhir-akhir ini maupun melakukan pembacaan ulang atas teks agama dengan menyodorkan gender sebagai suatu perspektif baru. Peserta FGD, terdiri dari seniman, aktivis, dan akademisi yang memiliki kepedulian atas isu gender dan seksualitas, akan melakukan evaluasi atas apa yang belum dilakukan dalam praktik-praktik tersebut dan menelusuri kemungkinan kerja sama di masa yang akan datang.

FGD ini merupakan bagian dari serial  diskusi tentang gender dan seksualitas yang diinisiasi oleh jaringan SPIN (Simposium Pertunjukan di Indonesia – http://spin-network.net/), forum yang pertama kali mempertemukan para seniman Goyang Penasaran dan mendorong mereka untuk berkolaborasi lebih jauh.

Diskusi bersifat terbatas dan hanya terbuka bagi 15 peserta penonton/ pengamat. Jika Anda berminat menghadirinya, mohon kirimkan email ke goyangpenasaran@teatergarasi.org. Pendaftaran terbuka sampai tanggal 19 April 2012.



 

Tim kerja Goyang Penasaran
Produksi kedua (Salihara, 19-20 April, 2012):

penulis cerita asli

Intan Paramaditha
penulis naskah pertunjukan


Intan Paramaditha, Naomi Srikandi


penata artistik

Agung Kurniawan, Novi Kristinawati
pengarah teknis perwujudan artistik


Kusworo Bayu Aji
pewujud artistik


Ji’i Avatar, Ronda Gundul, Sutarno Dugal
dan Teater Ciliwung
pengelola panggung


Syamsul Islam
asisten pengelola panggung

Adi Wisanggeni
penata cahaya


Banjar Tri Andaru Cahyo
penata rias


Retno Ratih Damayanti
penata suara


Risky Summerbee
penata kostum


Vidyahana Sinaga


pemeran Salimah dan Banci

Ari Dwianto
pemeran Solihin dan Sodikin (preman kampung)


Irfanuddien Ghozali
pemeran Haji Ahmad dan Mamat (preman kampung)


Muhammad Nur Qomaruddin
pemeran Subhan dan Sukron (preman kampung)


Theodorus Christanto
pemeran Hansip


Gunawan Maryanto

sutradara

Naomi Srikandi
asisten sutradara


Theodorus Christanto
penyusun catatan proses


Herlin Putri, Muhammad Abe

produser

Naomi Srikandi, Intan Paramaditha
pengelola produksi


Lusia Neti Cahyani
penata grafis


Bahar Sukoco
fotografer


Amin Mohamad

Informasi lebih lanjut

Goyang Penasaran Media Center

Contact person: Lusia Neti Cahyani (081392009503)

Email: goyangpenasaran@teatergarasi.orgWebsite: www.goyangpenasaran.teatergarasi.org
Facebook: http://www.facebook.com/goyangpenasaranTwitter @goyangpenasaran