“Identitas antara” NH Dini (Pola dan Silangan, 2007)

“Identitas antara”: Perempuan, seksualitas dan Identitas kebangsaan dalam Novel-novel Nh. Dini

Intan Paramaditha

Terbit dalam buku  Pola dan silangan: jender dalam teks Indonesia (ed. Lisabona Rahman).

Jakarta: Kalam, 2007.


Frantz Fanon dalam karyanya Black Skin, White Mask membandingkan pengalaman kolonialisme laki-laki dan perempuan kulit berwarna. Bila laki-laki menderita beban psikologis akibat penjajahan, perempuan adalah subyek yang patuh dan lebih tertarik untuk “memutihkan” diri mereka sendiri daripada memikirkan isu identitas dan nasionalisme. Nasionalisme adalah wacana maskulin yang tidak mengikutkan perempuan; ketika laki-laki membayangkan dan mendefinisikan nasionalisme, perempuan hanya berperan sebagai pendukung yang dibentuk dan dikonsepsikan oleh lelaki. (Enloe 1989:45, Nagel 1998:243).  Sastra Indonesia di tahun tujuh puluhan mencerminkan segregasi gender ini. Ketika penulis laki-laki mengekspresikan kritik sosial politik dan memantau isu identitas nasional, penulis perempuan dianggap lebih menyibukkan diri dengan masalah-masalah domestik. Nh. Dini adalah salah satu penulis yang mengulas ‘masalah perempuan’ dengan mengeksplorasi tema-tema yang berkaitan dengan hubungan personal laki-laki-perempuan dan seksualitas perempuan. Pada situasi yang tidak melibatkan perempuan dalam kehidupan publik/politik dan “arena nasional”, Barbara Hatley menggolongkan karya Dini sebagai bagian dari “koleksi kecil dari tulisan perempuan yang diterima sebagai bentuk sastra yang serius” namun masih terfokus pada hubungan personal (1997:107). Pandangan yang kurang optimis juga diungkapkan di tahun 1982 oleh Jacob Sumardjo, yang mencirikan karya penulisan perempuan sebagai tulisan yang hanya terbatas pada percintaan dan keinginan berumah tangga dengan damai.

Dengan melihat isu personal dan politik secara terpisah, banyak kritikus mengabaikan bagaimana gender, seksualitas, dan nasionalisme bersilangan di dalam karya-karya Dini. Tokoh-tokoh protagonis dalam karya-karya Dini adalah perempuan yang hidup di dalam dua kebudayaan yang berbeda dan berusaha mencari tempat di dalamnya. Novel Keberangkatan (1977) merupakan sebuah cerita tentang seorang perempuan Indo, keturunan dari perkawinan campuran Indonesia dan Belanda, yang jatuh cinta dengan seorang pribumi namun termarjinalisasi di negaranya sendiri akibat identitas ‘kolonial’-nya. Dalam novel Pada Sebuah Kapal (1973), tokoh protagonisnya adalah seorang perempuan pribumi Indonesia yang mendapatkan kewarnegaraan Perancis melalui penikahan. Ia terperangkap di antara dorongan berselingkuh akibat pernikahan yang tidak bahagia dan tekanan untuk mempertahannya citra kesetiaan seorang perempuan dalam budaya Indonesia. Ketika perempuan yang berada di persimpangan identitas nasional mempertanyakan norma-norma seksual, hubungan antara Timur-Barat, dan kebangsaan, wilayah publik dan politik pun saling terhubung. Gender dan seksualitas di dalam dua novel di atas menjadi arena konflik antara kebutuhan untuk menegaskan identitas nasional dan keinginan untuk melanggar batas-batas nasional.

Artikel selengkapnya dapat dilihat di buku Pola dan Silangan: jender dalam teks Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *