Wawancara Majalah Femina (2012)

Intan Paramaditha: Cerpennya ‘Menggoyang’ Panggung Teater

Femina no. 30/XL, 28 Juli-3 Agustus, 2012, hal. 66-67

 

Adaptasi naskah kisah Goyang Penasaran yang ditampilkan Teater Garasi asal Yogyakarta di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, pada April lalu berhasil menghidupkan dialog-dialog yang merunutkan hubungan kompleks antara seksualitas, agama, dan politik. Spotlight pun menyorot tajam pada sang penulis, Intan Paramaditha (32). Di matanya, seksualitas bermakna lebih dalam dari atribut fisik yang sering dituding sebagai pemicu imajinasi nakal pria, dan horor bukan sekadar kengerian manusia terhadap dimensi yang berbeda.

Cermin Realitas

Dikisahkan, Salimah, seorang penyanyi dangdut orkes melayu, yang mampu menghipnotis setiap lelaki yang melihat kemolekan dan kecantikannya. Seorang guru mengaji, Haji Ahmad, menghujat sensualitas yang Salimah suguhkan dalam pertunjukannya. Ia pun menghasut warga agar menolak dan mengusir Salimah. Dua tahun kemudian, sosok Salimah datang kembali, dengan atribut jilbab, untuk membalas dendam.

 

Klik gambar untuk terus membaca: