Tag Archives: cerpen

Apel dan Pisau

Apel dan Pisau terbit dalam Kumpulan Budak Setan (2010) dan 20 cerpen Indonesia terbaik 2009: Anugerah Sastra Pena Kencana (2009). Sebelumnya ia muncul di Koran Tempo, 25 Mei, 2008.   Apel dan Pisau (cuplikan) KAMU mau? Selama sepuluh detik aku memandanginya, dengan masa lalu yang berkecamuk di kepalaku, dengan kekinian yang tak mau pergi. Selama sepuluh

Read More

Satu Kunang-kunang, Seribu Tikus

Satu Kunang-kunang, Seribu Tikus Terbit di Koran Tempo, 15 Februari 2009 Seorang pembunuh berdarah dingin, tak senang bernostalgia, mengawali rencananya dengan seorang perempuan yang mati tanpa melihat kunang-kunang. Dari ruang dan waktu yang jauh berbeda, ia mengintip Epon, seorang perempuan dengan kebiasaan ganjil. Tepat pukul dua belas malam, kala suaminya terlelap, Epon akan berjalan keluar

Read More

“Pemintal Kegelapan” (The Darkness Spinner) – short story reading (New Zealand, 2011)

Source: Lontar Foundation website Short story reading at the Indonesian literary evening, Indonesian Embassy, New Zealand Indonesian Embassy, 70 Glen Road, Kelburn, Wellington September 28, 06.00-07.30 pm   Book launch: Putu Wijaya’s Telegram Translated by Stephen J. Epstein   Short story reading Intan Paramaditha’s “Pemintal Kegelapan” (“The Darkness Spinner”)   Screening of clips from the film

Read More

Abdullah Harahap Memperkaya Diskusi Horor (Wawancara Koran Tempo, 17 Feb 2010)

Tempo, RABU, 17 FEBRUARI 2010 | 15:29 WIB   TEMPO Interaktif, Jakarta – Buku kumpulan cerita horor Kumpulan Budak Setan akan diluncurkan malam ini di Komunitas Salihara, Jalan Salihara Nomor 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Buku itu berisi 12 cerpen karya Intan Paramaditha, Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad.

Cerita-cerita pendek itu dihasilkan setelah mereka membaca dan menafsir ulang cerita-cerita horor popular

Read More