Tag Archives: gender & sexuality

Cinema, Sexuality, and Censorship (Southeast Asian Independent Cinema, 2012)

“Cinema, Sexuality, and Censorship in Post-Soeharto Indonesia” by Intan Paramaditha in Southeast Asian Independent Cinema (Hong Kong University Press, 2012), pp. 70-87. Edited by Tilman Baumgärtel At the end of 2007, the omnibus film Perempuan Punya Cerita (Chants of Lotus, 2008), directed by four women filmmakers and produced by independent production house Kalyana Shira Film,

Read More

Goyang Penasaran (sandiwara)

Proyek pertunjukan Goyang Penasaran diinisiasi oleh Naomi Srikandi – peraih Empowering Women Artists Kelola – bersama Intan Paramaditha berkolaborasi dengan Agung Kurniawan, Ari Dwianto, Ignatius Sugiarto, Irfanuddien Ghozali, MN Qomaruddin, Ratri Kartika Sari, Rifqi Mansur Maya, Risky Summerbee, Theodorus Christanto, dan Vidyahana Sinaga. Cuplikan naskah Website Goyang Penasaran Website Teater Garasi    

Apel dan Pisau

Apel dan Pisau terbit dalam Kumpulan Budak Setan (2010) dan 20 cerpen Indonesia terbaik 2009: Anugerah Sastra Pena Kencana (2009). Sebelumnya ia muncul di Koran Tempo, 25 Mei, 2008.   Apel dan Pisau (cuplikan) KAMU mau? Selama sepuluh detik aku memandanginya, dengan masa lalu yang berkecamuk di kepalaku, dengan kekinian yang tak mau pergi. Selama sepuluh

Read More

Revisiting Gender in the New Order Film Culture (CSEAS, University of Hawai’i 2011)

Revisiting Gender in the New Order Film Culture (1965-1998)   The Center for Southeast Asian Studies, University of Hawai’i at Manoa Co-Sponsored by the Womenʻs Studies Program, University of Hawaiʻi at Mānoa
 Friday, April 1st, 12 Noon, Tokioka Room (Moore 319)   Presentation by Intan Paramaditha Department of Cinema Studies,
New York University   One crucial feature

Read More

Diskusi Film, Tubuh Perempuan, dan Sensor (Salihara, 2010)

DISKUSI SERAMBI SALIHARA Kamis, 22 April 2010, 16:00 WIB FILM, TUBUH PEREMPUAN, DAN SENSOR Pembicara: Novi Kurnia dan Intan Paramaditha
Moderator: Veronica Kusuma Berbicara tentang sensor dalam dunia film, maka mayoritas aspek yang ”digunting” adalah tema atau gambar tubuh perempuan. Salah satu contoh: film dokumenter karya Ucu Agustin, Perempuan: Kisah di Balik Guntingan (Kalyana Shira, 2008),

Read More